Survei Lingkungan Belajar 2025: Potret Interaksi, Fasilitas, dan Kenyamanan Belajar

SMP Frater Mamasa kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar (SULINGJAR) yang dilanjutkan dengan rapat Dewan Guru. Kegiatan ini tidak hanya menyoroti pergeseran guru dan penyesuaian jadwal, tetapi juga membahas kendala siswa serta menyusun program kerja yang lebih terarah sesuai kebutuhan siswa. Suasana kebersamaan terasa kuat, menghadirkan optimisme untuk pendidikan yang semakin berkualitas.

Para Guru dan Pegawai Mengikuti Sulingjar

Spefra – Kamis, 19 September 2025 SMP Frater Mamasa mengikuti kegiatan Survei Lingkungan Belajar tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di laboratorium komputer SMP Frater Mamasa yang diikuti oleh kepala sekolah, para guru serta pegawai. Sulingjar sendiri bertujuan untuk memotret kondisi lingkungan sekolah mulai dari pola interaksi, fasilitas sampai kenyamanan belajar peserta didik dan pendidik. Kegiatan berjalan dengan lancar sesuai harapan. Seusai kegiatan Sulingjar dilanjutkan dengan pertemuan dewan guru dan pegawai yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah. Pertemuan ini diikuti oleh semua peserta dengan antusias, penuh semangat dalam  kebersamaan.

Agenda pertemuannya yaitu membentuk panitia pelaksana Asesmen Sumatif  Tengah Semester dan Sumatif Akhir Semester Ganjil, Camping Pramuka tahun 2025, Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tahun 2025, Rekoleksi Guru, dan Retret kelas IX tahun 2026. Selain itu pertemuan ini juga membahas tentang pergeseran guru mata pelajaran serta penyesuaian jadwal pelajaran. Hal ini dilakukan agar pembelajaran lebih efektif dan sesuai kebutuhan siswa di setiap kelas.

Dalam forum tersebut, guru-guru menyoroti berbagai kendala yang dihadapi siswa, mulai dari kesulitan memahami materi tertentu, keterbatasan sarana, hingga tantangan kedisiplinan. Setiap permasalahan ditanggapi dengan solusi bersama, seperti memberikan pendampingan tambahan, mengatur jadwal remedial, serta memperkuat komunikasi antara guru dan orang tua.

Sebagai tindak lanjut, disusun pula program kerja guru yang lebih terarah dan menyentuh berbagai aspek perkembangan siswa. Program tersebut mencakup penguatan pembelajaran berbasis karakter, peningkatan kreativitas melalui seni dan olahraga, serta pendalaman spiritual lewat rekoleksi dan retret. Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang harmonis, produktif, dan membentuk siswa yang berprestasi sekaligus berkepribadian.

Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam pertemuan ini, sekolah optimis setiap program dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik dan kependidikan. (JAM/BDH/NDN)

LINK TERKAIT