
Dewan Kerja Gugus Depan (DKG) SMP Frater Mamasa mengikuti pelatihan dasar kepramukaan pada Sabtu (1/8/2026)
Pembuatan Rangka Tenda
Spefra – Sabtu, 1 Agustus 2026 – Menjelang
pelaksanaan Perkemahan SMP Frater
Mamasa 2026, anggota Dewan Kerja
Gugus Depan SMP Frater Mamasa mengikuti pelatihan dasar kepramukaan pada
Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan
anggota DKG memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan dalam mendukung
pelaksanaan perkemahan yang akan berlangsung pada 10–14 Agustus 2026.
Pelatihan
dasar tersebut dirancang tidak hanya sebagai pembekalan teknis, tetapi juga
sebagai ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Para peserta mendapatkan
materi mengenai tugas dan fungsi Dewan
Kerja Gugus (DKG) sebagai bekal untuk memahami peran dan tanggung jawab
mereka dalam mendukung berbagai kegiatan kepramukaan di lingkungan SMP Frater
Mamasa.
Melalui
materi tersebut, anggota DKG diajak memahami pentingnya disiplin, tanggung
jawab, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan mengambil peran dalam sebuah
organisasi. Pemahaman ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi anggota DKG untuk
menjalankan tugas secara aktif, mandiri, dan bertanggung jawab, khususnya
selama pelaksanaan perkemahan mendatang.
Selain
pembekalan materi, peserta juga mengikuti praktik keterampilan pionering. Dengan menggunakan tongkat dan tali,
peserta secara berkelompok mempraktikkan berbagai teknik simpul dan ikatan
untuk membuat sejumlah konstruksi sederhana, seperti tandu, tiang bendera, rangka tenda, dan bentuk pionering lainnya.
Kegiatan
praktik berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Peserta
dituntut untuk mampu membagi tugas, berkomunikasi, menjaga kekompakan, serta
menyelesaikan setiap tantangan secara bersama-sama. Dari proses tersebut,
mereka belajar bahwa keberhasilan sebuah pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh
keterampilan individu, tetapi juga oleh kemampuan untuk bekerja sebagai sebuah
tim.
Pengalaman
tersebut dirasakan langsung oleh Iren
Putri Cantika, salah satu peserta DKG yang akrab disapa Iren. Ia mengaku
senang mengikuti pelatihan karena mendapatkan pengetahuan baru tentang
kepramukaan sekaligus belajar mengenai pentingnya kekompakan, kebersamaan, dan
persaudaraan.
“Saya
sangat senang mengikuti pelatihan hari ini karena mendapatkan pengetahuan baru
tentang kepramukaan. Saya belajar bahwa kekompakan dan kebersamaan sangat
penting dalam sebuah kelompok. Melalui kegiatan pionering, saya juga semakin
memahami bahwa setiap tugas tidak dapat diselesaikan sendiri, tetapi
membutuhkan kerja sama dan saling membantu,” ungkap Iren.
Menurut
Iren, pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada
keterampilan pionering. Ia juga mendapatkan pembelajaran tentang kedisiplinan
dan pentingnya membangun rasa persaudaraan dalam menjalankan tugas bersama.
“Saya
berharap anggota DKG SMP Frater Mamasa dapat selalu kompak, bertanggung jawab
terhadap tugas yang dipercayakan, saling peduli dan percaya, serta dengan
sukarela membantu sesama dalam setiap kegiatan,” harapnya.
Pelatihan
ini sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan anggota DKG.
Dalam setiap proses, peserta belajar mengambil tanggung jawab, mendengarkan
pendapat, berkomunikasi dengan anggota tim, dan mencari solusi bersama ketika
menghadapi tantangan.
Nilai-nilai
tersebut menjadi bagian penting dalam pendidikan kepramukaan. Keterampilan yang
diperoleh melalui praktik pionering, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan
kemampuan membuat simpul dan ikatan, tetapi juga mengajarkan ketelitian,
kesabaran, kreativitas, kerja sama, dan tanggung jawab.
Dengan
demikian, pelatihan dasar DKG diharapkan mampu menjadi bekal bagi para peserta
untuk menjalankan peran mereka secara optimal dalam Perkemahan SMP Frater Mamasa 2026. Kehadiran DKG diharapkan dapat
turut mendukung terciptanya kegiatan perkemahan yang tertib, aman,
menyenangkan, dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh
peserta.
Perkemahan
yang akan berlangsung pada 10–14
Agustus 2026 tersebut mengusung tema “Jejak Kebaikan di Alam: Literasi, Empati, dan Aksi Nyata.”
Melalui tema ini, kegiatan perkemahan diharapkan menjadi ruang bagi murid untuk
belajar dari alam, mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,
serta mengubah nilai-nilai yang dipelajari menjadi tindakan nyata.
Pelatihan
dasar DKG pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar persiapan menuju sebuah
perkemahan. Kegiatan ini menjadi proses pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan,
kedisiplinan, dan persaudaraan.
Dari
simpul yang diikat, tongkat yang disusun, hingga tugas yang diselesaikan
bersama, anggota DKG SMP Frater Mamasa belajar bahwa setiap perjalanan akan
menjadi lebih kuat ketika dijalani dengan semangat kebersamaan. Dengan bekal
tersebut, mereka kini semakin siap menyambut Perkemahan SMP Frater Mamasa 2026
dan bersama-sama menorehkan jejak
kebaikan melalui literasi, empati, dan aksi nyata.(TIM)