Belajar Menolong Sesama, Pelatihan Dasar PMR Berlangsung Penuh Antusiasme

SMP Frater Mamasa menggelar Pelatihan Dasar Palang Merah Remaja (PMR) yang diikuti 15 siswa. Peserta belajar tentang PMR, simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta nilai kepedulian, kerja sama, dan kesiapsiagaan.

Pelatihan Dasar P3K PMR SMP Frater Mamasa

Spefra– Selasa, 4 Agustus 2026 – SMP Frater Mamasa melaksanakan Pelatihan Dasar Palang Merah Remaja (PMR) pada Selasa, 4 Agustus 2026, sebagai langkah awal membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang kepalangmerahan. Kegiatan yang merupakan bagian dari program ekstrakurikuler PMR ini diikuti oleh 15 peserta dan didampingi oleh Astin Sriningsih, S.Kep., selaku pendamping ekstrakurikuler PMR SMP Frater Mamasa.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengenalan Palang Merah Remaja (PMR), meliputi pengertian, tujuan, peran, serta nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar setiap anggota PMR. Setelah sesi teori, peserta mengikuti praktik melalui simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Dalam sesi ini, peserta belajar cara memberikan penanganan awal kepada korban secara cepat, tepat, dan aman sebelum mendapatkan bantuan medis lebih lanjut.

Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, baik saat menerima materi maupun ketika mempraktikkan teknik pertolongan pertama. Semangat belajar dan kerja sama terlihat dalam setiap kelompok yang mengikuti simulasi.

Salah satu peserta, Elgi, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut.

"Saya merasa senang karena bisa belajar hal baru bersama teman-teman. Di sini saya belajar tentang kerja sama, ketelitian, cepat tanggap, dan tentunya peduli terhadap sesama. Saya berharap kegiatan seperti ini terus digalakkan agar kami semakin mampu melaksanakan tugas sebagai anggota PMR.

Pendamping ekstrakurikuler PMR, Astin Sriningsih, S.Kep., menyampaikan bahwa pelatihan dasar ini menjadi fondasi penting bagi setiap anggota PMR dalam memahami tugas dan tanggung jawab mereka. Selain meningkatkan keterampilan pertolongan pertama, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, disiplin, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.

Sebagai salah satu ekstrakurikuler unggulan di SMP Frater Mamasa, PMR menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada sesama. Melalui berbagai kegiatan pelatihan dan praktik, anggota PMR diharapkan mampu menjadi pelajar yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, keterampilan hidup, serta kesiapan memberikan pertolongan pertama ketika dibutuhkan.

Pelatihan dasar ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang sigap, peduli, dan berkarakter, sejalan dengan komitmen SMP Frater Mamasa dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan dan nilai-nilai kemanusiaan. (TIM)

LINK TERKAIT